![]() |
| Lalu Satria Wijaya |
Opini oleh Lalu Satria Wijaya.
Tak hanya menu, proses rekrutmen karyawan di dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) harus benar-benar proses yang baik. Saat ini, pegawai yang bekerja di dapur hanya bermodal KTP dan selembar surat keterangan sehat dari puskesmas tanpa menjalani tes kesehatan yang sebenarnya, termasuk tanpa pemeriksaan darah.
Banyak pihak menilai prosedur seperti ini kurang memadai untuk memastikan kondisi kesehatan calon karyawan, terutama bagi pekerjaan yang bersentuhan dengan pelayanan publik dan konsumsi masyarakat.
Kebijakan tersebut berpotensi menimbulkan risiko yang tidak kecil. Seperti penyakit hepatitis merupakan salah satu penyakit yang sangat rentan menular melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi.
Tanpa adanya pemeriksaan kesehatan yang memadai, risiko penularan bisa meningkat dan berdampak pada banyak orang.
Kondisi ini membuat masyarakat mulai merasa khawatir. Mereka menilai bahwa proses rekrutmen seharusnya tidak hanya fokus pada pemenuhan kebutuhan tenaga kerja, tetapi juga harus mengutamakan keamanan kesehatan lingkungan kerja dan masyarakat yang akan dilayani.
Tes kesehatan yang benar, termasuk pemeriksaan darah merupakan langkah penting untuk memastikan calon karyawan benar-benar layak dan tidak membawa penyakit yang dapat menular.
Saya berharap pihak MBG dapat meninjau ulang sistem seleksinya demi menjaga kepercayaan publik dan menjamin keselamatan bersama.
